Menyambut momentum suci ini, Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Haurwangi, Kabupaten Cianjur, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada hari ini Rabu (27/5/2026).
Ketua PC PGRI Haurwangi, Sumjana, S.Pd., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai ibadah qurban melampaui sekadar rutinitas tahunan.
"Jadikan qurban saat ini sebagai spirit untuk merawat alam dan kemanusiaan," ujar Sumjana dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Menurut Sumjana, ibadah qurban bukan sekadar ritual membeli hewan ternak, menyembelih, lalu membagikan dagingnya kepada yang membutuhkan. Lebih dari itu, qurban adalah sebuah refleksi iman yang mendalam.
"Ia adalah sebuah napak tilas spiritual yang membawa kita kembali pada kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tentang sebuah kepatuhan mutlak, cinta yang diuji, dan keikhlasan yang tanpa batas," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa esensi penyembelihan hewan qurban sebenarnya adalah simbol untuk memotong sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri manusia.
"Ketika pisau tajam terangkat dan doa-doa mulia dilantunkan, di situlah ego manusia pada hakikatnya sedang ikut disembelih. Hewan qurban yang dikorbankan menjadi simbol dari terkikisnya sifat-sifat kebinatangan yang sering kali menguasai hati manusia, seperti keserakahan, sifat egois, dan kesombongan atas apa yang dimiliki," tambah Sumjana.
Lebih lanjut, Sumjana menjelaskan bahwa setiap tetes darah hewan qurban yang mengalir ke bumi bukanlah tanda kematian, melainkan simbol hidupnya kepedulian sosial. Lewat ibadah ini, sekat sosial dan ekonomi antara masyarakat yang berkecukupan dan yang kekurangan mendadak pudar.
"Bayangkan sebuah keluarga di sudut kampung yang jarang sekali menyentuh kelezatan daging sepanjang tahun. Hari ini, lewat sepaket daging qurban yang diantarkan langsung ke pintu rumah mereka, hadir binar bahagia di mata sang ibu dan tawa renyah dari anak-anaknya," paparnya secara puitis.
Bagi PGRI Haurwangi, ibadah qurban terbukti ampuh menjembatani hati yang gersang dan menghapuskan kasta di masyarakat. Pada hari raya ini, semua orang menikmati menu hidangan yang sama, merasakan kenikmatan yang sama, dan melangitkan rasa syukur yang serupa.
Di akhir penyampaiannya, Sumjana mengingatkan bahwa apa yang manusia genggam erat hari ini pada hakikatnya bukanlah milik pribadi. Dengan melepaskannya untuk sesama melalui qurban, umat Muslim sedang menanam sesuatu yang abadi di akhirat kelak.
Hal ini sejalan dengan ajaran agama bahwa bukan daging atau darah hewan yang mencapai Allah, melainkan ketakwaan yang tulus dari dalam hati.
"Selamat menunaikan ibadah qurban. Mari bersihkan jiwa dan tumbuhkan kepedulian," pungkasnya.
(Gus)

Mari kita muliakan kaum duafa dg daging qurban
BalasHapus