Pelatihan difokuskan bagi para relawan yang bertugas di Divisi Pengolahan dan Divisi Persiapan. Langkah ini diambil guna memastikan setiap personil di garda terdepan penyediaan makanan memiliki standar kompetensi yang mumpuni.
Kang Mulyadi, selaku instruktur dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup seluruh aspek vital di dapur. Para relawan dibekali dengan berbagai materi, mulai dari implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan makanan yang ketat, teknik memotong sayuran dan daging secara benar, cepat, dan higienis, hingga cara menjaga kebersihan area kerja serta keamanan pangan.
Selain itu, mereka juga mendapatkan materi mengenai manajemen dapur atau pengaturan kerja tim (kitchen team management) agar alur produksi berjalan lancar, serta peningkatan aspek hospitality untuk mendukung program KPPM.
"Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, kualitas pelayanan di lapangan bisa semakin baik dan profesional," ujar Kang Mulyadi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SPPG Kertasari 2, Muhamad Reza Sabani menegaskan bahwa penguatan kapasitas ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya strategis untuk mencapai efisiensi kerja.
"Dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas ini, kami berharap para relawan bisa bekerja lebih efektif dan efisien, terutama dalam pengolahan bahan baku sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia dan hasil masakan tetap optimal," pungkasnya.
Melalui program ini, Dapur MBG berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pangan yang berkualitas bagi masyarakat dengan dukungan relawan yang terampil dan berdedikasi tinggi.
(Goes)



0Komentar