TfdpTfC5BUM8GfAoTSdiTUG9GA==
Light Dark
Jelang Idul Adha, Pengunjung Pasar Cikaret Naik 20%, Harga Domba Masih Stabil

Jelang Idul Adha, Pengunjung Pasar Cikaret Naik 20%, Harga Domba Masih Stabil

Daftar Isi
×

CIANJUR – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas perdagangan hewan kurban di Pasar Hewan Cikaret, Kabupaten Cianjur, mulai terlihat meningkat tajam. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (11/05/2026).

jumlah pengunjung dan pembeli tercatat mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Angka ini pun tercatat lebih tinggi sekitar 10 hingga 15 persen jika dibandingkan dengan kondisi di periode yang sama pada tahun lalu.

Kepala Pasar Hewan Cikaret,Muraad fadhillah ,SE mengonfirmasi hal tersebut saat ditemui awak media di ruang kantor UPTD Pasar Hewan Cikaret. Ia menyebutkan, saat ini pasar sudah beroperasi penuh setiap hari dan kandang-kandang sudah terisi penuh. Komoditas yang diperjualbelikan pun masih tetap sama, hanya terdiri dari dua jenis hewan kurban utama, yaitu domba dan kambing.

“Mulai hari ini dan seterusnya pasar sudah penuh, buka setiap hari. Di sini memang hanya ada dua jenis hewan kurban yang diperjualbelikan, yaitu domba dan kambing saja,” ujar Murad.

Meskipun stok hewan melimpah, Murad memastikan hingga saat ini harga jual masih relatif stabil dan belum terjadi lonjakan harga yang signifikan. Untuk domba dengan bobot sekitar 20 kilogram dibanderol seharga Rp3.000.000 per ekor. Sementara itu, domba berbobot lebih berat sekitar 25 kilogram dijual di kisaran harga Rp3.500.000.

Meski jumlah pengunjung mulai bertambah, para pedagang diketahui banyak menyampaikan keluhan bahwa stok hewan sudah banyak tersedia namun minat beli masyarakat dirasakan belum setinggi harapan. Menanggapi hal itu, Murad menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan fenomena umum yang terjadi setiap tahunnya.

“Memang banyak pedagang yang mengeluhkan barang sudah banyak tapi peminat masih kurang. Padahal ini hal biasa. Kebiasaan masyarakat memang baru akan berbondong-bondong membeli hewan kurban sekitar satu minggu menjelang hari raya. Selain itu, keberadaan pasar hewan lain di sejumlah wilayah juga menciptakan persaingan antar pedagang, jadi pembeli punya banyak pilihan,” jelasnya.

Murad memprediksi, memasuki satu minggu sebelum Idul Adha, pasar ini akan dipadati pembeli dan terjadi lonjakan transaksi yang sangat signifikan. Terkait harga, ia menilai harga jual akan bergerak mengikuti permintaan pasar. Semakin banyak yang mencari dan membutuhkan, maka harga akan otomatis menyesuaikan naik. Namun, pihaknya menegaskan tidak melakukan pengendalian harga, melainkan hanya memantau perkembangan harga serta mensosialisasikannya kepada para konsumen.

“Kami tidak mengatur harga, hanya memantau berapa kenaikannya dan menginformasikan ke konsumen. Nanti harganya akan bergerak sendiri mengikuti kebutuhan pasar,” tambahnya.

Demi menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan, Pasar Hewan Cikaret menjalin kerja sama resmi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Cianjur. Layanan vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan ketat diterapkan bagi seluruh hewan yang masuk maupun keluar dari kawasan pasar.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung oleh petugas keliling ke setiap kandang atau tempat penampungan pedagang. Sementara untuk penyuluhan dan edukasi kesehatan hewan, pihaknya mengakui ada kendala karena pembeli datang dari berbagai daerah. Oleh karena itu, pendekatan dan himbauan lebih difokuskan langsung kepada para pedagang agar memahami standar kesehatan dan menyampaikannya kepada pembeli.

“Kami dan petugas turun langsung menghimbau para pedagang agar menjaga kualitas dan kesehatan hewan. Semua hewan yang ada di sini sudah diperiksa dan divaksin oleh tim Dinas Peternakan, jadi kami pastikan aman dan layak untuk dijadikan hewan kurban,” tegas Murad.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Cikaret terus berjalan setiap hari dengan ketersediaan stok hewan yang cukup banyak, guna mengantisipasi lonjakan pembelian yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat ini.

( WRS )

0Komentar