TfdpTfC5BUM8GfAoTSdiTUG9GA==
Light Dark
DPP Lembayung Senja Indonesia Gelar Deklarasi dan Serahkan SK DPD di Bandung Barat

DPP Lembayung Senja Indonesia Gelar Deklarasi dan Serahkan SK DPD di Bandung Barat

Daftar Isi
×

Bandung Barat – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembayung Senja Indonesia (LSI) menggelar deklarasi organisasi sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang telah terbentuk, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor Sekretariat DPP LSI di Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Cipatat, Polsek Cipatat, jajaran pengurus DPP LSI, para pengurus DPD, serta tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan Ketua Panitia Pelaksana, serta prosesi penyerahan bendera pataka organisasi. Bendera pataka LSI diserahkan oleh Dewan Penasehat LSI, Hairul Anwar, SH., LL.M., kepada Ketua Umum LSI, Dhani Rahmad, sebagai simbol dimulainya kepengurusan masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, Hairul Anwar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi tersebut. Ia berharap kepengurusan LSI di bawah kepemimpinan Dhani Rahmad mampu menjalankan roda organisasi secara profesional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Usai menerima bendera pataka, Ketua Umum LSI, Dhani Rahmad, secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada para Ketua DPD LSI di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Dhani Rahmad secara resmi mendeklarasikan berdirinya Lembayung Senja Indonesia sekaligus mengumumkan bahwa seluruh DPD yang telah menerima SK dinyatakan aktif mulai 1 Juli 2026.

"Dengan ini saya selaku Ketua Umum Lembayung Senja Indonesia resmi mendeklarasikan Dewan Pimpinan Pusat Lembayung Senja Indonesia sekaligus menyerahkan SK kepada DPD yang telah terbentuk. Terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, seluruh DPD LSI resmi aktif dan dapat menjalankan tugas serta fungsinya sesuai aturan, visi, dan misi organisasi," ujar Dhani.

Ia juga menjelaskan bahwa LSI merupakan hasil transformasi dari Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI). Menurutnya, perubahan nama merupakan bagian dari dinamika dan proses pengembangan organisasi, tanpa menghilangkan penghormatan terhadap FPMI sebagai organisasi yang menjadi cikal bakal lahirnya LSI.

"FPMI tetap menjadi tempat kami belajar dan berproses. Kami akan selalu menghormati FPMI sebagai organisasi yang telah menjadi fondasi perjuangan dalam mendampingi pekerja migran Indonesia," katanya.

Dhani turut memaparkan filosofi nama Lembayung Senja Indonesia. Menurutnya, nama tersebut melambangkan harapan baru setelah berakhirnya sebuah masa.

"'Lembayung Senja' menggambarkan keindahan cahaya yang muncul setelah matahari terbenam. Filosofi ini lahir dari duka atas wafatnya Bapak Mahfud, sosok yang menjadi ikon perjuangan di FPMI. Dari peristiwa tersebut, kami ingin melanjutkan semangat perjuangan beliau melalui wadah baru bernama Lembayung Senja Indonesia," jelasnya.

Meski berganti nama, Dhani menegaskan bahwa fokus utama LSI tetap pada perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Organisasi tersebut berkomitmen mengedepankan prinsip Social Justice atau keadilan sosial yang objektif, tidak memihak, dan berimbang.

"Visi dan misi LSI tetap berorientasi pada perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara penempatan, hingga kembali ke tanah air," tegasnya.

Melalui deklarasi tersebut, Lembayung Senja Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang berperan aktif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja migran Indonesia. (Gus)


0Komentar