TfdpTfC5BUM8GfAoTSdiTUG9GA==
Light Dark
PATURAY TINEUNG SDN MUNJUL, LEPAS 68 SISWA DENGAN BUDAYA LOKAL, SEKOLAH MINTA BANTUAN TAMBAH RUANG KELAS

PATURAY TINEUNG SDN MUNJUL, LEPAS 68 SISWA DENGAN BUDAYA LOKAL, SEKOLAH MINTA BANTUAN TAMBAH RUANG KELAS

Daftar Isi
×

CIANJUR – Momen perpisahan yang dalam tradisi Sunda disebut Paturay Tineung menjadi penutup penuh kesan bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Munjul, Desa Munjul, Kabupaten Cianjur. Acara yang digelar penuh haru ini menandai berakhirnya masa belajar selama enam tahun, sekaligus membuka lembaran baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Kamis ( 25/06/2026 ).
Mengusung semangat “Bral Geura Miang Pikeun Ngahontal Harepan Wanci Anu Bakal Datang” yang berarti “Melangkahlah segera untuk meraih harapan di masa depan”, rangkaian kegiatan diawali dengan pengajian, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan- sambutan, pengalungan medali dan pengumuman siswa terbaik dalam berbagai katagori. 

Selanjutnya diisi dengan berbagai permainan tradisional khas masyarakat Sunda, mulai dari orai-orayan, ndog-ndogan, Cingciripit, paciwit lutung, pacici-cici putri, parepet jengkol, hingga ayang-ayang gung. 

Memasuki acara puncak, suasana menjadi  riuh dan penuh sukacita , Para siswa dan siswi terlihat bersuka ria di bawah guyuran serta semprotan air belanwir dengan alunan musik yang sedang tend saat ini,menciptakan kenangan manis yang tak terlupakan sebelum mereka meninggalkan almamater tercinta.

Kepala Sekolah SDN Munjul, Yayu Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas untuk melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus memberikan momen perpisahan yang menyenangkan dan bermakna bagi para siswa.

“Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 68 siswa dinyatakan lulus semuanya dengan hasil yang memuaskan. Nilai tertinggi yang tercatat dalam ijazah mencapai 90,40,” ungkapnya.

Terkait kelanjutan pendidikan, sekitar 85 persen lulusan akan melanjutkan ke jenjang SLTP, baik itu SMP di lingkungan kecamatan, di luar wilayah, maupun ke MTs dan lembaga pesantren. Pihak sekolah juga menegaskan siap memberikan pendampingan. 

 “Jika ada orang tua yang membutuhkan panduan atau informasi pendaftaran, kami sudah menugaskan langsung guru kelas 6 untuk memfasilitasinya,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Yayu menyampaikan harapan dan permohonan terkait keterbatasan fasilitas sekolah. Ia menjelaskan bahwa Desa Munjul merupakan wilayah yang padat penduduk, sedangkan sekolah hanya memiliki 7 ruang belajar untuk menampung 12 rombongan belajar, sehingga masih kekurangan 5 ruangan kelas.

“Kami berharap ada pihak yang tersentuh hatinya, baik dari pemerintah maupun pihak lain, untuk membantu membangun ruang kelas tambahan. Semoga permohonan ini didengar oleh jajaran pejabat di Kabupaten Cianjur, terutama Gubernur Jawa Barat Bapak Dedi Mulyadi. Mudah-mudahan beliau dapat membantu mewujudkannya demi kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar. Terima kasih atas perhatiannya,” pungkasnya. ( WRS )

0Komentar