Salah seorang kader PAN mengaku menerima undangan untuk menghadiri acara silaturahmi dan pengajian. Namun, setelah kegiatan selesai, ia melihat adanya atribut dan dokumentasi yang menunjukkan kegiatan tersebut berkaitan dengan agenda reses anggota DPRD.
"Setelah acara selesai dan masuk sesi foto bersama, baru terlihat atribut yang menunjukkan kegiatan tersebut sebagai agenda reses anggota DPRD," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan. Ia mengaku pernah memperoleh informasi mengenai kegiatan serupa yang dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya di lokasi berbeda dengan melibatkan orang yang sama, yaitu anggota PUAN.
Selain menyoroti pelaksanaan kegiatan reses, narasumber juga mengkritik perangai legislator yang bersangkutan. Menurutnya, sejumlah sikap, pernyataan, maupun aktivitas yang ditampilkan di ruang publik kerap menimbulkan polemik dan menjadi bahan pembicaraan di kalangan kader partai maupun masyarakat.
Ia mengaku beberapa kali menyampaikan masukan kepada pengurus partai agar yang bersangkutan mendapatkan pembinaan dan pengawasan lebih lanjut sebagai pejabat publik. Namun, menurutnya, berbagai masukan tersebut belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
Narasumber juga menyoroti aktivitas legislator tersebut di media sosial. Menurutnya, sejumlah unggahan yang pernah ditampilkan dinilai lebih menonjolkan gaya hidup glamor dan aktivitas hiburan yang dianggap kurang mencerminkan figur wakil rakyat.
Tak hanya itu, ia mengaku prihatin dengan sejumlah pernyataan yang pernah disampaikan legislator tersebut dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, yang bersangkutan beberapa kali mengaku memiliki hubungan keluarga atau kedekatan dengan sejumlah tokoh ternama, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Beberapa kali muncul pengakuan memiliki hubungan keluarga dengan tokoh-tokoh terkenal. Pernyataan-pernyataan seperti itu membuat banyak kader bertanya-tanya dan merasa prihatin," katanya.
Menurut narasumber, berbagai klaim yang sulit diverifikasi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan kader internal partai. Bahkan, sebagian kader mempertanyakan kredibilitas sejumlah pernyataan yang disampaikan legislator tersebut di ruang publik.
Meski demikian, narasumber menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan dilandasi sentimen pribadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap partai dan lembaga legislatif yang diwakili para kader PAN.
"Kami berharap persoalan ini dapat disikapi secara objektif. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi agar ada evaluasi dan pembinaan demi menjaga marwah partai serta kepercayaan masyarakat terhadap DPRD," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cianjur, H. Andri Suryadinata, S.E., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon (16/6) membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait persoalan tersebut dan saat ini sedang dalam proses penanganan.
"Betul, saat ini sedang berproses di Badan Kehormatan. Ada beberapa hal yang menjadi dasar pengaduan, namun belum bisa kami sampaikan secara rinci karena masih dalam tahap pendalaman," ujar Andri.
Ia menjelaskan, BK DPRD Cianjur akan menindaklanjuti laporan yang telah diterima sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh karena proses pemeriksaan masih berjalan.
"Kami sudah menerima laporan dan akan segera menindaklanjutinya. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut karena prosesnya masih berjalan. Nanti pada waktunya akan ada penjelasan lebih lanjut," katanya.
Dengan telah masuknya persoalan tersebut ke Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cianjur, publik kini menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap laporan yang telah diajukan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak legislator yang disebut dalam laporan maupun keterangan narasumber belum memberikan tanggapan atau klarifikasi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan yang berimbang terkait berbagai informasi yang berkembang. (WRS)

0Komentar