Sebelumnya, nama legislator ini sudah tersandung masalah terkait dugaan kegiatan reses yang dinilai tidak sesuai aturan. Bahkan, terungkap bahwa kasus ini bukan kali pertama. Sebelum polemik reses mencuat, Hj. Hendang Purnamasari diketahui telah menerima dua kali surat peringatan dari lembaga terkait atas pelanggaran sebelumnya.
Namun, penanganan kasus tersebut dinilai berjalan sangat lambat. Masyarakat dan sejumlah pengamat mulai mempertanyakan kinerja Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cianjur yang dianggap tidak tegas dan lamban bertindak.
“Sudah dapat dua surat peringatan, malah kemudian muncul lagi masalah baru soal reses, dan sekarang isu lain kembali mencuat. Ini menunjukkan pengawasan dan penanganan dari Badan Kehormatan terasa lamban dan tidak berjalan efektif,” ujar salah satu warga yang memantau perkembangan kasus ini.
Kritik serupa juga disampaikan oleh kader partai yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, jika penanganan kasus sejak awal berjalan tegas dan cepat, dampak buruk terhadap citra lembaga dan partai bisa saja dihindari.
“Kalau sejak pemberian surat peringatan pertama sudah ditindaklanjuti dengan tegas, mungkin tidak akan berlanjut ke masalah berikutnya. Publik jadi bertanya-tanya, apa fungsi Badan Kehormatan jika kasus berlarut dan pelanggaran terulang?” tegasnya.
Kini, dengan munculnya isu baru terkait foto yang beredar luas di media sosial melalui akun @hendang201026, beban pertanyaan semakin bertumpuk. Publik menuntut dua hal sekaligus: klarifikasi dari Hj. Hendang Purnamasari, serta kejelasan langkah apa yang akan diambil Badan Kehormatan untuk menangani seluruh rangkaian pelanggaran yang diduga terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, baik Hj. Hendang Purnamasari, pimpinan partai, maupun jajaran Badan Kehormatan DPRD Cianjur belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan terbaru ini. Masyarakat pun menanti apakah kali ini akan ada tindakan nyata yang lebih tegas. ( WRS ).

0Komentar