“Kenapa dua hal ini? Karena momentumnya tepat. Sebentar lagi kita masuk tahun ajaran baru. Jadi, kami jelaskan secara gamblang mekanisme akses layanan pendidikan negeri yang difasilitasi negara lewat anggaran provinsi, supaya warga tahu hak dan caranya mengaksesnya,” ungkap Tom usai memaparkan materi di hadapan ratusan kader dan tokoh masyarakat.
Untuk memastikan informasi ini tidak berhenti di ruang pertemuan dan bisa sampai ke pelosok desa, pihaknya menerapkan strategi melibatkan perwakilan langsung dari masyarakat. Hari ini, hadir perwakilan dari 18 desa di Kecamatan Cibeber dengan masing-masing desa mengirimkan 5 tokoh kunci yang dianggap paham kondisi warga.
“Alhamdulillah, kepada mereka saya sudah sampaikan detail teknisnya. Harapan kami, mereka bukan sekadar pendengar, tapi menjadi ujung tombak. Mereka harus memfasilitasi penyebaran informasi ke tetangga dan warga di desanya. Lebih dari itu, mereka juga harus berani mengadvokasi dan membantu warga jika ada yang kesulitan saat mengakses layanan tersebut,” tegasnya.
Di sektor kesehatan, Tom menyoroti fakta penting yang selama ini sering terlewat dan belum diketahui banyak warga Cianjur. Masih banyak warga yang belum paham bahwa ada kebijakan provinsi yang menanggung biaya kesehatan yang tidak tercover penuh oleh BPJS atau fasilitas di rumah sakit kabupaten.
Padahal, akses menuju Rumah Sakit Tulasasi Bandung yang merupakan aset milik provinsi sangatlah mudah dan hanya butuh waktu 1,5 hingga 2 jam perjalanan dari Cianjur. Kondisi ketidaktahuan inilah yang membuat banyak warga akhirnya terbebani biaya besar, padahal fasilitas APBD sebenarnya sudah disiapkan negara untuk mereka.
“Tujuan akhirnya satu: agar fasilitas dan anggaran yang sudah disediakan APBD Jabar ini terserap dan dirasakan manfaatnya oleh warga Cianjur. Ini kebutuhan dasar, hak mereka. Masih banyak program lain, tapi kami lakukan bertahap per lokasi agar teknisnya benar-benar dipahami,” ujar Tom.
Ia menegaskan, upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai legislatif yang turun langsung membantu eksekutif mempercepat pelayanan dan penyelesaian masalah rakyat.
Sementara itu, kehadiran Tom Maskun di tengah konsolidasi partai ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Ketua Partai setempat, Susilawati. Menurutnya, langkah yang diambil Tom Maskun sangat strategis dan sejalan dengan semangat pelayanan partai di akar rumput.
Pihaknya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tom yang meluangkan waktu hadir langsung di tengah kader dan masyarakat. Menurut Susilawati, kegiatan kedewanan berupa pengawasan sekaligus sosialisasi ini adalah contoh cara kerja DPRD yang ideal, tidak hanya duduk di gedung, tapi turun langsung ke lapangan.
“Saya hadir mewakili struktur partai, sekaligus memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh kader yang hadir. Saya ingatkan mereka, tugas utama kader adalah menjadi ‘mata dan telinga’ partai di bawah. Lewat diskusi langsung dengan Pak Tom ini, kami bisa menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat, baik soal kesehatan, pendidikan, maupun masalah sosial lainnya,” jelas Susilawati.
Dalam pertemuan tersebut, para kader juga telah menyampaikan aspirasi utama warga Cibeber secara langsung. Ada tiga poin utama yang menjadi keluhan dan harapan besar masyarakat, yaitu bagaimana mempermudah akses layanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta perbaikan infrastruktur jalan yang masih menjadi kendala dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan terselenggaranya pertemuan ini, diharapkan tercipta sinergi kuat antara legislatif, struktur partai, dan masyarakat. Program pemerintah provinsi bisa tersalurkan tepat sasaran, bj sementara aspirasi warga segera mendapatkan perhatian dan solusi nyata demi kesejahteraan Jawa Barat, khususnya Cianjur.
(Wisye)



0Komentar