TfdpTfC5BUM8GfAoTSdiTUG9GA==
Light Dark
Rapat Internal Bikin Reses Molor, Warga ikuti reses Tanpa Lagu Kebangsaan

Rapat Internal Bikin Reses Molor, Warga ikuti reses Tanpa Lagu Kebangsaan

Daftar Isi
×

Cianjur – Kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur dari Fraksi PDI Perjuangan, Fahmi, di Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, berlangsung dengan sejumlah catatan tak lazim dan menuai polemik. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB dan diundangkan terbuka bagi masyarakat serta aparat setempat, ternyata diawali terlebih dahulu dengan rapat konsolidasi internal partai, Sabtu (23/05/2026).

Kondisi ini menimbulkan kebingungan hingga ketegangan. Kepala Desa Nyalindung beserta aparat dan sejumlah warga mengaku sama sekali tidak mendapatkan informasi atau pemberitahuan terkait penggunaan kantor desa untuk rapat internal partai, sehingga Kepala Desa memilih berada di luar lokasi dan tidak mengikuti kegiatan tersebut. Awak media pun dilarang meliput atau mewawancarai jalannya rapat yang berlangsung saat warga sudah memenuhi area desa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur akhirnya memberikan keterangan. Ia membenarkan adanya agenda rapat konsolidasi partai berbarengan dengan jadwal reses, dan menegaskan bahwa kegiatan internal tersebut memang tertutup serta tidak boleh diliput.

"Betul ada rapat konsolidasi partai, memang tidak boleh diliput. Tapi kalau saya sudah berdiri di posisi ini, boleh diwawancarai," ujarnya.

Namun, saat awak media menanyakan kejelasan terkait perizinan penggunaan tempat untuk rapat internal tersebut, Ketua DPC melimpahkan sepenuhnya kewenangan dan penjelasan kepada Fahmi selaku pelaksana kegiatan. Tanpa memberikan rincian lebih lanjut maupun hasil dari rapat konsolidasi tersebut, ia langsung meninggalkan lokasi, sehingga sesi konfirmasi mendalam terkait agenda internal partai tidak dapat dilakukan.

Sementara itu, Fahmi justru mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak desa terkait rangkaian kegiatan, namun pernyataan Fahmi dibantah oleh aparat desa yang menyatakan hanya mengetahui agenda reses terbuka saja.

Polemik belum usai ketika sesi resmi reses baru dibuka pukul 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung sangat singkat, hanya sekitar 42 menit, dan tanpa diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagaimana lazimnya protokol acara kedewanan. Terkait hal ini, staf anggota dewan menjelaskan lagu kebangsaan sudah dikumandangkan pada pukul 10.00 WIB saat rapat internal berlangsung.

"Saat itu sifatnya internal dan hanya diikuti pengurus partai, jadi masyarakat tidak ikut serta," jelasnya via WhatsApp.

Hal ini dinilai janggal oleh awak media, mengingat reses merupakan agenda terbuka yang seharusnya diawali lagu kebangsaan di hadapan seluruh warga yang diundang dan sudah menunggu berjam-jam sejak pagi. Tak hanya itu, kegiatan pun berakhir tanpa adanya tanya jawab dengan masyarakat.

Meski penuh dinamika dan berjalan sangat singkat, kegiatan reses tersebut dinyatakan berjalan lancar. Dalam keterangannya, Fahmi menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi warga Desa Nyalindung. Ia menyebutkan sejumlah hal yang menjadi perhatian utama, mulai dari kemudahan pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, Kartu Keluarga, dan surat nikah, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

"Meskipun mungkin bukan ranah bidang saya, namun saya siap memfasilitasi dan mendorong agar segala aspirasi warga Desa Nyalindung ini bisa diproses dan diperhatikan pihak berwenang," tegas Fahmi.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa Nyalindung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dan kesediaan Fahmi mendengar suara warga. Ia pun berharap segala masukan yang disampaikan, terutama terkait perbaikan jalan desa, dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat setempat.

(Wisye)

0Komentar