TfdpTfC5BUM8GfAoTSdiTUG9GA==
Light Dark
Perkuat Kesiapsiagaan, BPBD Cianjur Bentuk Desa Tangguh Bencana di Haurwangi

Perkuat Kesiapsiagaan, BPBD Cianjur Bentuk Desa Tangguh Bencana di Haurwangi

Daftar Isi
×

CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur terus bergerak aktif meminimalisir risiko bencana di wilayahnya. Hari ini Selasa 19 Mei 2026, BPBD menggelar sosialisasi dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Ramasari yang bertempat di Aula Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari perwakilan RT, RW, Linmas, Ketua BPD, bidan desa, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat setempat. Turut hadir dalam acara tersebut Camat Haurwangi, Kepala Desa Ramasari, Babinkamtibmas, serta Babinsa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cianjur, Muhamad Taupik Jurizal, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah krusial mengingat Kabupaten Cianjur memiliki indeks kerawanan bencana yang cukup tinggi.

​"Saat ini kami sedang melaksanakan sosialisasi dan pembentukan Destana. Seperti yang kita tahu, Kabupaten Cianjur memiliki 10 potensi bencana. Ini menjadi PR besar bagi kami untuk memberikan edukasi agar seluruh masyarakat paham dan mengerti potensi bahaya di wilayahnya masing-masing," ujar Taupik saat ditemui di lokasi acara.

​Taupik menambahkan, dari total 354 desa dan 6 kelurahan yang ada di Kabupaten Cianjur, targetnya adalah mengukuhkan semuanya menjadi Destana. Namun, saat ini baru tercapai 197 Desa yang baru terbentuk.

​"Tentu ini menjadi tugas berat bagi BPBD dan untuk saat ini di Kecamatan Haurwangi baru 5 desa yang akan dikukuhkan karena keterbatasan anggaran," pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran BPBD Kabupaten Cianjur atas inisiasi program ini.

​Yadi memaparkan bahwa dari 8 desa yang ada di Kecamatan Haurwangi baru 5 desa yang direncanakan untuk proses sosialisasi dan hari ini, baru 3 desa yang sudah selesai pembentukan Destana.

Dengan hadirnya program Destana ini, Yadi berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi bisa menjadi subjek yang aktif dalam mitigasi bencana.

​"Pihak kami berharap dengan terbentuknya Destana, warga bisa semakin tahu dan paham cara pencegahan serta penanganan bencana itu sendiri. Karena kita tahu, bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," tegas Yadi menutup pembicaraan. 

(Goes)

0Komentar