Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris FKUB Kabupaten Cianjur, Andry Wijaya, ST, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah menyinkronkan program kerja agar kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dan dinamis.
"Rapat pleno ini merupakan langkah strategis kami dalam menyusun peta jalan kegiatan selama satu tahun ke depan. Kami ingin memastikan setiap program tepat sasaran dalam memupuk nilai-nilai moderasi beragama," ujar Andry.
Selain melanjutkan agenda rutin seperti Buka Bersama Lintas Agama dan peringatan Hari Toleransi Internasional pada 16 November, FKUB Cianjur juga memperkenalkan terobosan baru. Produk unggulan tahun ini adalah peluncuran "Kampung Toleransi" yang berlokasi di Kampung Sipon. Program ini diproyeksikan menjadi percontohan atau pilot project di tingkat akar rumput.
Melalui inisiatif ini, FKUB ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang justru memperkuat persatuan. Kerja sama antara FKUB dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif, sekaligus menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai barometer toleransi di Jawa Barat.
"WRS"


0Komentar