Berdasarkan informasi di lapangan, aksi ini dipicu oleh kekesalan warga terhadap oknum pemuda yang secara terang-terangan menjual obat keras di wilayah mereka. Masyarakat mengaku sudah berulang kali melaporkan aktivitas mencurigakan tersebut kepada pihak pemerintah desa, namun laporan mereka tidak kunjung mendapat tindak lanjut yang nyata.
"Kami harap pihak berwajib segera memberantas dan menghentikan penjualan obat terlarang ini karena sudah merusak generasi muda, khususnya anak-anak muda di wilayah Kecamatan Haurwangi," tegas Apud, salah seorang tokoh masyarakat Raksabala.
Ketua RW 02, Enung Kartini, yang mendampingi aksi tersebut menyatakan bahwa langkah turun ke jalan ini adalah jalan terakhir bagi para ibu yang khawatir akan mental dan masa depan anak-anak mereka.
“Kepada pihak pemerintah, kami mohon segera menindaklanjuti peredaran obat-obatan keras di wilayah Kecamatan Haurwangi, karena itu merusak mental generasi muda,” ujar Enung.
Ia menambahkan, warga sangat berharap setelah aksi protes ini, Kampung Raksabala bisa benar-benar bersih dari peredaran narkoba atau obat keras.
(Goes)


0Komentar