Komandan Sub 2, Peltu Hadiat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembersihan fisik, melainkan juga sarana edukasi bagi warga sekitar. Ia menyayangkan masih adanya tumpukan sampah di aliran sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan.
"Kami tidak bosan-bosan mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai. Perilaku ini berdampak sistemik; selain mengakibatkan banjir saat intensitas hujan tinggi, sampah-sampah ini juga mencemari kualitas air," ujar Peltu Hadiat di lokasi kegiatan.
Peltu Hadiat juga menekankan pentingnya filosofi timbal balik antara manusia dan lingkungan. Menurutnya, kelestarian sungai adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas.
"Mari kita jaga lingkungan kita dengan baik. Jika kita merawat alam, maka alam pun akan terus memberikan manfaat bagi kita semua. Jangan sampai kita mewariskan sungai yang kotor untuk anak cucu kita nanti," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah di titik Kampung Mekarmulya telah berhasil diangkut dan aliran air kembali lancar. Pihak Satgas Citarum Harum berharap sinergitas antara aparat desa, instansi pengairan, dan warga ini dapat terus terjaga secara konsisten.
(Goes)



0Komentar