“Hiswana Migas adalah wadah bagi para pengusaha minyak dan gas bumi. Muscab menjadi momentum untuk menyusun strategi dan program kerja yang relevan dengan kondisi industri saat ini,” ujar Hedi Boy usai ditetapkan.
Ia menambahkan, musyawarah ini menjadi ruang penting bagi seluruh pelaku usaha untuk meninjau kembali capaian yang telah diraih, sekaligus merumuskan langkah-langkah baru yang mampu beradaptasi dengan dinamika dan tantangan sektor energi yang terus berkembang.
Kepercayaan tersebut juga disampaikan oleh Direktur PT HRR Tetra Utama, Hj. Lilis Boy. Menurutnya, kesepakatan yang diambil secara bulat ini bukan berarti mengesampingkan prinsip demokrasi dan keadilan, justru menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan anggota terhadap rekam jejak kepemimpinan yang terbukti konsisten.
“Keputusan tanpa pemungutan suara ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan terhadap kinerja periode lalu. Rekam jejak beliau yang konsisten menghadirkan terobosan dan menjaga tanggung jawab operasional menjadi modal utama. Hal ini sangat penting untuk menjamin kelancaran distribusi energi dan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Hedi Boy, organisasi diharapkan semakin memperkuat sinergi antar sesama pelaku usaha maupun dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menyelaraskan kebijakan energi di tingkat kabupaten.
Selain itu, kepengurusan baru dituntut menghadirkan inovasi yang sesuai perkembangan zaman. Lis Boy berharap program kerja yang disusun mampu menjawab tantangan di era digital, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi daerah Cianjur. ( WRS )


0Komentar