Saat dikonfirmasi pada Sabtu (30/5/2026), Ketua Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) TPS3R, Uus Mulyadi, membenarkan bahwa barang-barang inventaris tersebut sudah tidak ada lagi di dalam gedung. Ia berdalih bahwa pada masa operasional harian, bukan dirinya yang mengelola langsung fasilitas tersebut.
"Saat itu saya menerima mesin cacah organik, mesin cacah plastik, timbangan, dan cator (motor roda tiga). Namun yang menjalankan ada pihak operasional harian, melihat tidak berjalan maka cator segera dititipkan ke pihak desa," ujar Uus.
Uus menambahkan, dirinya sempat mempertanyakan keberadaan mesin-mesinnya kepada pihak pengelola harian. Namun, hingga kini ia tidak mendapatkan penjelasan pasti apakah barang-barang tersebut dipindahkan, rusak atau memang hilang.
Di pihak lain, Kepala Desa Cipeuyeum, Drs. Entis Sutisna, menyatakan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya sudah sering memanggil para pengurus KPP agar menjalankan operasional TPS3R dengan baik. Sayangnya, aktivitas pengolahan sampah justru terhenti hingga menyebabkan sampah menggunung di lokasi dan saat itu telah kami bersihkan.
"Operasional TPS3R berhenti dan sampah menumpuk saat itu, akhirnya kami berinisiatif untuk membersihkannya dan pada tahun 2023 pihak desa dititipi cator oleh pihak KPP, " jelas Entis.
Saat ditanya tentang keberadaan cator saat ini, Entis menjawab, catornya dipinjam oleh Poldes (Polisi Desa) namun sampai saat ini belum dikembalikan," ucapnya
Sementara itu, terkait hilangnya mesin-mesin pengolah sampah yang lain, Entis menegaskan bahwa pihak desa sama sekali tidak mengetahuinya.
"Untuk mesin-mesin yang lainnya, kami tidak tahu dan tidak pernah ada yang menitipkannya kepada desa," pungkas Entis.
(Gus)


0Komentar