Hasil investigasi kontaknews.com, dibeberapa wilayah diantaranya diwilayah kecamatan haurwangi, bojongpicung dan ciranjang, beberapa kepala sekolah yang sempat didatangi ( 01/09 ) hampir semua mengatakan pernah dikunjungi oknum yang mengatasnamakan konsultan juga oknum lain yang mengaku bisa mengurus sampai sekolah tersebut dapat bantuan revit dari kementrian pendidikan Dasar dan Menengah RI baik yang reguler maupun aspirasi dengan syarat nanti yang mengerjakannya harus dari tim mereka sendiri.
Diantara oknum tersebut terindikasi salah satunya dari kalangan pendidikan yang sudah purna bakti dengan jabatan terakhirnya kordinator pendidikan ( kordik ) yang dalam oprasinya diduga didampingi oknum Dinas Pendidikan, Pemuda dan olah raga kabupaten Cianjur.
Atas dugaan aksi oknum oknum tersebut, salah satu Kepala Sekolah SD yang kebetulan sudah masuk daftar yang akan mendapat bantuan, kepada kontaknews.com mengakui bahwa, pihaknya bingung dengan kedatangan pihak pihak tertentu yang mengaku bahwa bantuan tersebut bisa turun berkat jasanya, dimana ujung ujungnya mereka menekan agar dalam pelaksanaanya nanti pihaknya yang mengerjakan proyek pembangunannya.
Adanya pihak pihak yang berusaha untuk mengintervensi sekolah yang diperkirakan akan dapat bantuan disesalkan oleh salah seorang Pemerhati Peduli pendidikan sekaligus Sekretaris Presedium SETGAB Aktivis pergerakan jawa barat yang kerap di sapa Sodik.
Saat ditemui disekretariat setgab ( 01/09 ), Sodik menyebutkan bahwa dugaan adanya oknum yang datang dan mengintervensi kepala sekolah pihaknya sudah mengetahui informasinya. Bahkan siapa siapa orangnya sudah ada dalam catatan pihak SETGAB.
Sodik menyayangkan adanya oknum tersebut apalagi ada yang berlatar belakang mantan kordik
"Ini berbahaya buat sekolah andai mengikuti kemauan mereka, karena dalam proses revit, yang bertanggung jawab penuh adalah Kepala Sekolah bukan pihak lain, " tegasnya.
Melalui kesempatan ini Sodik berharap agar pihak sekolah berhati hati dalam memutuskan harus siapa dan sama siapa bekerja sama, baik itu dalam pengadaan barang maupun pekerjaan dilapangan. Jangan sampai masuk perangkap oknum yang mengatasnamakan konsultan atau mengatasnamakan pihak tertentu.
"Sodik meminta kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur agar memperketat pengawasan pada saat program tersebut akan dikerjakan, jangan sampai nanti timbul masalah hukum dikemudian hari." Pungkasnya. ( d.roel )

0Komentar