Kegiatan ini juga mengusung semangat keberagaman. Terlihat kehadiran perwakilan dari delapan kelompok etnis dan suku yang ada di Indonesia. Selain itu, turut hadir para siswa-siswi SMAN 1 Cianjur yang merupakan adik kelas dari Isfhan.
Menyampaikan arahannya, Isfhan menegaskan bahwa relawan memegang peran sangat krusial sebagai ujung tombak dalam menyebarkan semangat kebajikan, sikap toleran, dan persatuan. Pembinaan terhadap para relawan ini dinilai langkah yang sangat tepat guna memperkokoh jati diri bangsa mulai dari masyarakat terbawah.
"Relawan itu bukan sekadar pelaksana di lapangan, melainkan jembatan terpenting agar nilai-nilai Pancasila bisa benar-benar dipahami dan diamalkan langsung oleh masyarakat," ujarnya kepada awak media.
Ia juga menekankan, menanamkan ideologi Pancasila tak boleh hanya bersifat seremonial semata, melainkan harus dibuktikan lewat tindakan nyata.
"Jangan sampai Pancasila hanya jadi hafalan atau sekadar teks yang dibaca saat upacara bendera hari Senin saja. Nilai-nilai ini harus melekat dan menjadi kebiasaan dalam setiap langkah kehidupan kita," tegasnya.
Isfhan juga menyampaikan keprihatinannya atas semakin merosotnya tata krama dan moral di masyarakat. Ia melihat banyak pihak yang lantang menyerukan Pancasila, namun sikap dan perilakunya justru bertolak belakang dengan isinya.
Untuk mengatasi hal ini, ia mengajak memulainya dari hal yang paling mendasar: introspeksi diri sendiri, lalu mewujudkannya dalam lingkungan keluarga, baru kemudian menyebar kepada kerabat dan masyarakat luas.
"Kita harus mulai dari diri sendiri, lalu berbuat baik di lingkungan keluarga. Baru setelah itu menyentuh kerabat dan masyarakat umum, supaya semangat mengamalkan Pancasila ini tidak terhenti di tengah jalan," jelasnya.
Melalui pembentukan kelompok relawan ini, ia menaruh harapan besar agar para penggerak dapat berperan aktif di tempat tinggal masing-masing. Relawan diharapkan berani menyapa, mengingatkan, dan membimbing keluarga serta anak muda agar terhindar dari perbuatan buruk maupun pengaruh pergaulan salah yang kini marak terjadi di wilayah Cianjur.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyampaian materi penguatan ideologi serta diskusi terbuka, guna membekali para peserta agar lebih mahir melaksanakan aksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Antusiasme peserta sangat tinggi dan mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. ( WRS ).


0Komentar