Kegiatan ujian tingkat nasional untuk jenjang MDTA ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 4 Mei hingga Jumat, 8 Mei 2026 mendatang.
Kasi Trantib dan Kesra Kecamatan Haurwangi, Suryana, S.IP., yang turun langsung ke lapangan didampingi Roni Ruswandi, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian di kedua madrasah tersebut berjalan sangat kondusif.
"Hasil monitoring menunjukkan para pengurus MDTA telah melaksanakan UABN sesuai dengan arahan dan ketentuan yang ditetapkan. Semua prosedur teknis telah diterapkan dengan baik oleh pihak sekolah," ujar Suryana di lokasi pemantauan.
Selain memastikan kelancaran teknis, Suryana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan agama bagi generasi muda. Ia mengimbau aparatur kewilayahan untuk aktif memotivasi warga agar memprioritaskan pendidikan agama bagi anak usia 10 hingga 15 tahun sebagai landasan spiritual.
"Kami berharap pemerintah desa, RW, hingga RT terus mendorong anak-anak agar semangat belajar agama. Ini penting sebagai bekal karakter mereka ke depan," tambahnya.
Di sisi lain, Ahmad Fariz, S. Pd. I ketua FKDT Kecamatan Haurwangi sangat menyambut baik perhatian dari pemerintah kecamatan. Faris, menyatakan apresiasinya atas kunjungan tersebut dan berharap dukungan sosialisasi dari pemerintah terus berlanjut.
"Kami sangat mengapresiasi adanya monitoring ini. Harapannya, ke depan pemerintah terus membantu mensosialisasikan pentingnya MDTA kepada masyarakat luas agar kesadaran akan pendidikan agama semakin meningkat," pungkasnya.
"Goes"


0Komentar