TfdpTfC5BUM8GfAoTSdiTUG9GA==
Light Dark
Tragis, Seorang Pria di Cianjur Akhiri Hidup di Pohon Ketapang

Tragis, Seorang Pria di Cianjur Akhiri Hidup di Pohon Ketapang

Daftar Isi
×

Cianjur | Seorang pria berinisial An (68)  warga Kampung Pasircau RT 03/07  Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat, akhiri hidupnya dengan gantung diri (Gandir) di pohon ketapang di halaman rumah milik anak menantunya di Kampung Cilandak RT 01/07 Desa Gunungsari, Selasa (14/04/26).

Informasi yang dapat dihimpun, Koh Lipsen melihat CCTV dari Rumahnya yang ada di Bekasi, sekira pukul 05,00 WIB, terlihat mertuanya ada di bawah pohon depan rumah dan terlihat lama diam di tempat.

Karena penasaran Koh Lipsen langsung menelpon saudaranya Kurniawati dan Maya supaya mengecek ayah mertuanya di halaman depan rumah miliknya, setelah di lihat ternyata benar adanya bahwa An Gandir di pohon ketapang dan saat itu pula Kurniawati dan Maya langsung memberi tahu kembali ke Koh Lipsen dan melaporkan kejadian itu pada ketua RT, Pemerintah Desa dan masyarakat setempat.

"mulanya diketahui An Gandir itu terpantau dari CCTV oleh menantunya Koh Lipsen dari Bekasi setelah dicek oleh Kami ternyata An itu melaksanakan Gandir di pohon ketapang," Ucap Kurniawati dan Maya.

Ia menambahkan, Korban sudah lama memiliki riwayat penyakit lambung yang tak kunjung sembuh dan beberapa hari kebelakang telah di rawat di Rumah Sakit Kota Bekasi, namun tak sembuh pula dan terjadinya Gandir, itu diduga akibat kesal dengan penyakit hingga putus asa melakukan Gandir, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari Aji Cahya membenarkan, memang benar adanya bahwa tadi padi An ditemukan Gandir di halaman depan rumah milik anak mantunya dan rumah tersebut dihuni dan diurus oleh korban sendirian, sedang anak mantunya menghuni rumah yang ada di Bekasi.

Setelah adanya laporan dari Ketua RT, RW dan masyarakat, maka pihaknya bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat desa, langsung menuju  ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), tak lama jajaran anggota Polres Cianjur didampingi anggota Polsek Ciranjang juga tim Medis dari Ciranjang langsung melakukan olah TKP.

Berdasarkan tim medis yang disampaikan pihak kepolisian bahwa pada tubuh bagian luar korban tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan dan diduga murni Gandir karena keluar anus, sperma keluar dan lidah sedikit keluar.

Setelah selesai pemeriksaan oleh pihak medis, pihak keluarga meminta bahwa jasad korban jangan diautopsi lebih lanjut, karena itu sudah cukup diperiksa tim medis di tempat dan sudah merupakan takdir dan sang pencipta, jasad korban langsung dibawa ke kampung Pasircau untuk dimakamkan dipemakaman milik keluarga, Pungkasnya.

"Sam/Goes"

0Komentar