Pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB, kepulan asap tebal masih terlihat jelas dari area sekitar Kawah Wadon, yang kemudian menyebar luas dan menjadi pembicaraan di dunia maya. Petugas Balai Besar TNGGP bersama relawan memastikan api membakar vegetasi berupa semak belukar dan rerumputan di sekitar kawah. Sebanyak 28 relawan dari jalur Gunung Putri dan 52 personel dari jalur Cibodas segera dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api.
Hingga pernyataan resmi diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, terdapat indikasi kuat bahwa kebakaran dipicu faktor alam. Kawah Wadon merupakan zona inti yang tertutup, sehingga aktivitas manusia sangat minim.
Rekaman CCTV juga tidak menunjukkan adanya siapa pun di lokasi sebelum kejadian. Kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi kering dan suhu meningkat diduga kuat menjadi pemicu utama. Dari hasil identifikasi sementara, areal yang terbakar didominasi semak belukar dan rerumputan; tidak ditemukan tanaman edelweiss di kawasan yang terdampak.
Balai Besar TNGGP terus berkoordinasi dengan para relawan, Masyarakat Mitra Polhut, serta instansi terkait untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal sekaligus memantau perkembangan kondisi di lapangan secara berkala.
Di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial, pihak pengelola meminta masyarakat agar tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. Seluruh informasi resmi dapat diperoleh melalui saluran komunikasi resmi Balai Besar TNGGP.
( WRS)


0Komentar