Kegiatan itu diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari santri, pengurus pondok pesantren, perwakilan PLN, serta Paguyuban PLTMH. Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Pimpinan Pondok Pesantren Bale Endah, KH Mahali, mengatakan salat Istisqa merupakan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT saat menghadapi kekeringan.
"Kita diajak untuk melaksanakan salat dan berdoa dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, serta keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya. Semoga hujan yang diturunkan menjadi rahmat, bukan musibah," ujar KH Mahali.
Sementara itu, Manager PLN ULP Tanggeung Egi Kusmiprayogi mengatakan kemarau panjang berdampak pada operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di wilayah Cianjur Selatan.
Menurutnya, pasokan listrik di sejumlah wilayah masih bergantung pada pembangkit yang memanfaatkan aliran sungai. Akibat debit air yang terus menurun, kemampuan pembangkit menghasilkan listrik ikut terdampak.
"Pasokan listrik di wilayah kita masih sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber energi utama. Menurunnya debit air akibat kemarau panjang telah berdampak pada kemampuan pembangkit menghasilkan energi listrik. Melalui ikhtiar bersama ini, kita berharap keberlangsungan pasokan listrik tetap terjaga agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus diberikan secara andal dan berkualitas," kata Egi.
Selain berdoa memohon hujan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di tengah musim kemarau yang berdampak pada kebutuhan air masyarakat, sektor pertanian, dan operasional PLTMH. (Gus/Hikman).

0Komentar