"Kami telah memetakan titik-titik rawan ini bersama pemerintah desa. Data ini menjadi dasar langkah antisipasi," ungkap Camat Cibeber, Ardian Athoillah, S.E., M.M., saat ditemui awak media di Kantor Kecamatan setempat, Kamis ( 30/7/2026 ) .
Menurut Ardian, saat ini masih ada 6 desa lainnya yang belum melaporkan adanya gangguan pasokan air, namun pihaknya tetap waspada. Pemerintah Kecamatan telah bersinergi dengan berbagai pihak terkait mulai dari BPBD, PDAM, Dinas Perkim, PMI hingga Damkar untuk mengantisipasi hal terburuk. Penyaluran bantuan air bersih nantinya akan diprioritaskan berdasarkan laporan dan kondisi paling mendesak yang disampaikan oleh aparatur desa setempat.
"Sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar kebutuhan warga tetap terpenuhi selama kemarau berlangsung. Sebagian wilayah yang kritis pun sudah mulai disuplai bantuan air bersih," tambahnya.
Selain ancaman kekeringan, musim kemarau ini juga berbanding lurus dengan tingginya risiko kebakaran lahan. Pihaknya pun menghimbau seluruh warga untuk ekstra berhati-hati, tidak membakar sampah sembarangan, dan menjaga api agar tidak meluas.
Saat ini belum ditemukan adanya wabah atau kasus penyakit yang menyertai akibat dampak kemarau, namun pemantauan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga musim hujan tiba.
( WRS ).


0Komentar