Cianjur | Ketika muncul kata " siluman " pasti yang terpikir adalah dedemit atau penghuni alam gaib yang tidak bisa kita lihat dengan kasat mata, tapi mereka terkadang ada disekitar kita.
Seperti itu pula yang terjadi dengan proses kegiatan belajar mengajar di salah satu lembaga pendidikan nonformal yang lebih dikenal dengan sebutan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) yang ada di wilayah Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, ucap Asep Setiawan salah seorang pemerhati pendidikan diwilayah Kecamatan Haurwangi.
Menurut Dedang, kordinator PKBM untuk wilayah kecamatan Haurwangi saat dihubungi melalui WhatsApp mengatakan jumlah PKBM di wilayah Kecamatan Haurwangi ada 4 PKBM, dan hampir seluruhnya mempunyai jumlah siswa atau Warga Belajar diatas 100 orang dan hampir semuanya sudah mendapat dana bantuan sekolah ( BOSP ).
Artinya dalam hal ini pemerintah sudah memberikan biaya yang sedemikian besar agar masyarakat yang tadinya putus sekolah bisa kembali lagi belajar dan mendapatkan ijazah kesetaraan yang diakui oleh negara.
Namun ternyata pat pat gulipat jumlah siswa yang tercatat di dapodik dengan fakta jumlah siswa yang ikut belajar jauh dari kenyataan.
Dari 100 orang yang tercatat secara resmi mungkin hanya 10 sampai 20 orang saja yang benar - benar ikut belajar, sedangkan sisanya, ya itu tadi seperti siluman.
Untuk meyakinkan kejadian tersebut tim kontaknews.com mendatangi salah satu PKBM di wilayah Desa Kertasari dan saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah PKBM Hidayatul Mubtadin Wiwin Lesnawati saat ditemui (6/3/2026) mengatakan, Kegiatan belajar di PKBM Hidayatul Mubtadin dilaksanakan setiap hari Minggu, sedangkan tempatnya kadang di Kedai depan Desa Kertasari, kadang juga di ruang kelas SDN Cipetir 4. Dari total 135 Warga Belajar (WB) yang hadir paling banyak 30 WB. malah sekarang disaat bulan Ramadhan kadang hanya 7 orang.
" Kami melaksanakan Kegiatan Belajar setiap hari Minggu dan dari 135 WB yang hadir paling sekitar 25 sampai 30 WB, juga gurunya kadang hadir kadang tidak, apalagi seperti bulan puasa seperti saat ini, WB yang hadir pernah sampai hanya 7 orang, ya karena mereka mempunyai kesibukan di keluarga juga aktivitas lainnya, terlihat dari kabar yang saya kirim lewat group WhatsApp, WB kadang kurang respon, " ucapnya.
Menjawab pemberitaan tentang adanya dugaan manipulasi data WB, Wiwin tidak terima, karena data WB nya jelas, malah untuk saat ini sebenarnya sudah ada sekitar 30 data WB baru lagi.
" Berkas Warga Belajar (WB) yang daftar, yang saya berikan kepada operator datana jelas, malah kalau tidak salah dulu itu jumlahnya ada 140, dan sekarang juga sudah ada sekitar 30 data WB yang baru. " Pungkasnya
"Goes"


0Komentar