Cianjur | Sebanyak 300 siswa SMK Nurul Islam Cianjur yang berada di wilayah Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, tidak bisa mengikuti PSTS (Penilaian Sumatif Tengah Semester) dikarenakan masih punya tunggakan.
Menurut salah seorang wali murid yang tidak mau disebutkan namanya (9/3/2026) saat keluar dari ruangan salah satu kantor di SMK Nurul Islam mengatakan, Hari ini pihaknya datang ke sekolah, dengan membawa uang Rp. 500.000 untuk membayar sebagian dari tunggakannya, berharap anaknya hari ini bisa ikut PSTS, namun ternyata ditolak.
" Saya menyadari bahwa saya masih punya tunggakan sebesar Rp. 1.200.000 ( Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah), namun sampai hari ini, hanya baru bisa mengumpulkan sebesar Rp. 500.000. Saya mencoba datang ke sekolah dengan maksud untuk membayar dulu Rp. 500.000 dan berharap anak saya bisa ikut PSTS hari ini, namun pembayaran saya ditolak, " ucapnya.
Saat ditemui Kepala Sekolah SMK Nurul Islam Drs. Moh. Dede Kemaludin, M.M.,Pd mengatakan, untuk yang masih mempunyai tunggakan memang hari ini tidak bisa ikut PSTS, tapi mereka pasti akan mengikuti PSTS setelah selesai hari lebaran nanti atau di gelombang ke dua.
"Kami hanya sebagai pelaksana kegiatan disekolah, karna yang mempunyai kebijakan itu adalah pihak Yayasan, makanya untuk yang masih mempunyai tunggakan PSTSnya di gelombang ke dua, setelah hari raya Idul Fitri atau lebaran nanti, " ucap Drs. Moh. Dede Kemaludin.
Saat ditanya jumlah total siswa di SMK Nurul Islam dari kelas X, XI, dan XII Dede menjawab jumlahnya ada 1, 133 siswa dan yang hari ini tidak bisa mengikuti PSTS kurang lebih sekitar 300 siswa.
" Kalau jumlah seluruh siswa dari kelas X, XI dan XII jumlahnya ada 1,133 sedangkan yang saat ini tidak ikut PSTS kurang lebih ada sekitar 300 siswa, sebenarnya saya pun tidak tega, tapi ya mau gimana lagi, semua itu adalah kebijakan dari Yayasan, " Pungkasnya.
"Goes"


0Komentar